Skip to content Skip to footer

Onsen Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit, Mitos atau Fakta?

Are Onsen Baths Beneficial for Skin Health: Myth or Fact?

Sekarang ini banyak beredar luas klaim tentang manfaat onsen untuk kulit, mulai dari “membuka pori-pori” hingga “mencerahkan kulit seketika.” Beberapa di antara klaim tersebut memang punya dasar ilmiah, tetapi sebagian informasi lainnya yang beredar belum tentu benar.

Ketika mitos dan fakta bercampur, sulit mengetahui apa yang benar-benar bisa Anda harapkan dari berendam di onsen. Maka dari itu, artikel ini akan memandu Anda terkait mitos dan fakta onsen untuk kesehatan kulit berdasarkan temuan penelitian, supaya Anda bisa menikmati pengalaman onsen dengan ekspektasi yang tepat.

Baca Juga: Manfaat Berendam di Private Onsen untuk Tubuh

4 Klaim Populer tentang Onsen dan Kulit

Berikut beberapa klaim yang paling sering muncul tentang efek onsen terhadap kulit, beserta apa kata sains tentang masing-masing.

“Air Panas Membuka Pori-Pori Secara Permanen”

“Air panas membuka pori-pori secara permanen” merupakan salah satu mitos perawatan kulit yang paling cukup dikenal luas, dan bukan hanya soal onsen. Faktanya, pori-pori tidak memiliki otot. Mereka tidak bisa “membuka” dan “menutup” seperti pintu.

Yang terjadi saat kulit terpapar air hangat adalah pembuluh darah kecil di permukaan kulit melebar dan kulit sedikit mengembang. Proses ini membuat pori tampak lebih besar untuk sementara. Begitu kulit kembali ke suhu normal, tampilan pori kembali seperti semula. Tidak ada perubahan permanen yang terjadi.

Yang sejatinya benar adalah air hangat dapat melunakkan sebum dan kotoran di permukaan kulit, sehingga pori lebih mudah dibersihkan setelah berendam. Akan tetapi, proses tersebut sangat berbeda dari “membuka pori.”

“Semakin Lama Berendam, Semakin Bagus untuk Kulit”

Logikanya memang terdengar masuk akal, kalau berendam 15 menit baik, berarti 45 menit pasti lebih baik. Sayangnya, kulit Anda tidak bekerja seperti itu.

Berendam terlalu lama dalam air hangat justru dapat mengikis minyak alami kulit yang berfungsi menjaga kelembapan. Hasilnya justru kulit terasa kering, ketat, dan lebih rentan terhadap iritasi.

Sebagian besar referensi menyarankan durasi berendam sekitar 15-20 menit sebagai rentang yang memberikan manfaat tanpa mengkompromikan lapisan pelindung kulit. Setelah berendam, langsung aplikasikan pelembap untuk membantu mengunci hidrasi selagi kulit masih hangat dan reseptif.

“Mineral dalam Air Onsen Langsung Mencerahkan Kulit”

Klaim “mineral dalam air onsen langsung mencerahkan kulit” bukan sepenuhnya salah, tetapi juga bukan sepenuhnya benar. Jawabannya bergantung pada apa yang dimaksud dengan “mencerahkan.”

Penelitian menunjukkan bahwa mineral tertentu dalam air termal memang memiliki efek positif pada kulit.

Review oleh Cacciapuoti et al. (2020) mengidentifikasi beberapa mekanisme: magnesium dan sulfur mendukung regenerasi kulit dan memiliki sifat anti-inflamasi; selenium dan strontium membantu menekan penanda inflamasi di sel kulit; sementara silika dan kalsium bikarbonat membantu mengurangi reaksi inflamasi pada kulit.

Akan tetapi, efek tersebut tidak instan dan bukan “mencerahkan” dalam pengertian mengubah warna kulit. Mineral mendukung kesehatan kulit secara bertahap, seperti mengurangi inflamasi, mendukung regenerasi, dan memperbaiki fungsi pelindung kulit.

Kulit yang lebih sehat secara alami tampak lebih bersih dan bercahaya, tetapi ini adalah proses, bukan keajaiban satu kali berendam.

“Semua Air Hangat Sama Efeknya untuk Kulit”

Air hangat dari keran dan air mineral termal memang sama-sama hangat, tetapi keduanya tidak sama dari segi komposisi. Perbedaan utamanya terletak pada kandungan mineral.

Cacciapuoti et al. (2020) mencatat bahwa efek terapeutik air termal sangat bergantung pada jenis dan konsentrasi mineral yang dikandungnya.

Air yang kaya magnesium dan sulfur memiliki efek berbeda dari air yang kaya kalium atau mangan. Bahkan dalam studi klinis, penggunaan air mineral termal menunjukkan hasil yang lebih signifikan dibandingkan air keran biasa untuk kondisi kulit seperti psoriasis dan dermatitis atopik.

Akan tetapi, penelitian tersebut bukan berarti air hangat biasa tidak bermanfaat. Kehangatan memang membantu relaksasi otot dan sirkulasi, walaupun untuk manfaat spesifik terhadap kulit, komposisi mineral memberikan efek yang lebih nyata.

Jadi, Klaim Onsen Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit, Mitos atau Fakta?

Klaim yang beredar luas tentang onsen bermanfaat untuk kesehatan kulit sebenarnya bisa menjadi mitos, bisa juga menjadi fakta.

Onsen memang memiliki manfaat yang didukung bukti ilmiah untuk kesehatan kulit, terutama melalui kandungan mineral, efek kehangatan pada sirkulasi, dan dukungan terhadap fungsi pelindung kulit. Akan tetapi, manfaat ini bersifat bertahap dan suportif, bukan instan atau transformatif.

Yang paling penting untuk Anda adalah menikmati pengalaman berendam dengan durasi yang wajar, gunakan pelembap setelahnya, dan jangan mengharapkan satu sesi mengubah kondisi kulit secara dramatis.

Konsistensi dan perawatan menyeluruh tetap menjadi kunci kulit yang sehat.

Baca Juga: 5 Manfaat Reflexology untuk Tubuh yang Sering Pegal dan Lelah

Dapatkan Manfaat Onsen dengan Perawatan Kulit Sekaligus dalam Onsei Flow Ceremony

Apabila Anda ingin memaksimalkan manfaat berendam untuk kulit, Onsei Flow Ceremony menawarkan rangkaian yang dirancang untuk itu.

Ritual berdurasi 120 atau 150 menit ini menggabungkan Onsei Flow Massage untuk melepas ketegangan tubuh, Ryokucha Body Scrub untuk mengangkat sel kulit mati dengan antioksidan teh hijau, dan diakhiri dengan Signature Onsen Bath, berendam di bak kayu jati privat sebagai penutup ritual.

Urutan perawatan didesain agar kulit yang sudah dieksfoliasi dan otot yang sudah direlaksasi mendapat manfaat maksimal dari rendaman mineral hangat di akhir sesi.

Kunjungi Onsei yang ada di Tebet, Bintaro, atau Gading Serpong. Reservasi di sini untuk merasakan ritualnya secara langsung di Onsei.

Referensi

Cacciapuoti, S., Luciano, M. A., Megna, M., Annunziata, M. C., Napolitano, M., Patruno, C., Scala, E., Colicchio, R., Pagliuca, C., Salvatore, P., & Fabbrocini, G. (2020). The role of thermal water in chronic skin diseases management: A review of the literature. Journal of Clinical Medicine, 9(9), 3047.

Onsei

Inspired by Japanese mindful living, our treatments blend mineral-rich baths, intuitive touch, and personalized care to restore calm, clarity, and balance.

Recent Services