Ketika Anda menginjakkan kaki di area onsen, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan, seperti lepas alas kaki di pintu masuk, bersihkan tubuh hingga benar-benar bersih sebelum masuk kolam, berendamlah tanpa pakaian, dan pastikan handuk kecil Anda tidak menyentuh air.
Aturan-aturan tersebut dibuat bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari budaya omotenashi (keramahtamahan khas Jepang) yang menempatkan kenyamanan bersama di atas segalanya.
Berbeda dari pemandian umum biasa, onsen adalah ruang bersama yang menjunjung ketenangan, kebersihan, dan rasa saling menghargai. Karena airnya digunakan bersama, setiap aturan perlu dipatuhi untuk menjaga air tetap jernih, suasana tetap hening, dan semua orang bisa menikmati relaksasi tanpa gangguan.
Berikut ini adalah panduan lengkap etika berendam di onsen, mulai dari aturan dasar, pantangan, hingga tata krama tak tertulis yang akan membuat pengalaman berendam Anda semakin bermakna.
Baca Juga: Tempat Healing Tanpa Harus Keluar Kota? Coba Private Onsen
Filosofi di Balik Etika Berendam Onsen
Sebelum masuk ke pembahasan aturannya, ada baiknya Anda memahami dulu filosofi yang mendasarinya. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah menerapkan setiap etika, bukan sekadar ikut-ikutan tanpa tahu alasannya.
Di Jepang, onsen bukanlah tempat untuk mandi atau membersihkan badan. Tempat tersebut merupakan ruang untuk berendam, beristirahat, dan menenangkan pikiran. Karena itulah, setiap orang yang akan masuk kolam diharapkan sudah dalam kondisi bersih.
Air onsen pun umumnya tidak mengandung klorin seperti kolam renang, sehingga menjaga kebersihannya adalah tanggung jawab bersama semua pengunjung.
Dari sinilah lahir hampir semua aturan yang ada. Intinya sederhana: hargai orang lain yang berbagi ruang yang sama dengan Anda.
Etika Sebelum Masuk ke Kolam Onsen
Aturan sebelum memasuki kolam adalah tahap penting yang paling sering luput dari perhatian pemula. Padahal, di tahap inilah kualitas pengalaman berendam untuk seluruh pengunjung ditentukan.
1. Lepas Alas Kaki di Pintu Masuk
Begitu memasuki area onsen, Anda akan menemukan area khusus untuk menyimpan alas kaki. Di sini, sepatu atau sandal luar wajib diganti dengan sandal dalam yang disediakan.
Aturan ini adalah bagian dari kebiasaan umum di Jepang untuk memisahkan area luar dan area dalam demi kebersihan.
2. Masuk ke Ruang Ganti Sesuai Gender
Onsen memisahkan ruang ganti dan area berendam berdasarkan gender. Umumnya, tirai berwarna biru menandakan ruang untuk pria dan tirai berwarna merah untuk wanita.
Anda juga bisa mengenali huruf kanji 男 untuk pria dan 女 untuk wanita agar tidak salah masuk.
3. Simpan Seluruh Pakaian dan Barang di Loker
Di ruang ganti, seluruh pakaian dan barang bawaan disimpan di loker atau keranjang. Aturan ini termasuk pakaian dalam dan pakaian renang, karena onsen tradisional Jepang tidak memperbolehkan penggunaan pakaian jenis apa pun di dalam kolam.
Smartphone dan kamera juga wajib ditinggal untuk menjaga privasi seluruh pengunjung.
4. Bersihkan Tubuh dengan Duduk di Area Shower
Terakhir, ini adalah aturan paling penting dari seluruh etika onsen. Sebelum masuk ke kolam, Anda wajib membersihkan seluruh tubuh di area shower yang biasanya tersedia di dalam ruang berendam.
Duduklah di bangku kecil yang disediakan, gunakan sabun untuk membersihkan tubuh, lalu bilas sampai tidak ada sisa sabun sama sekali.
Kebiasaan berdiri saat menggunakan shower dianggap tidak sopan karena berpotensi memercikkan air ke pengunjung lain.
Etika Selama Berada di Dalam Kolam
Setelah memenuhi seluruh persiapan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar tata krama tetap terjaga selama berada di dalam kolam:
1. Masuk ke Air Secara Perlahan
Air onsen umumnya cukup panas, berkisar antara 40 sampai 42 derajat Celsius.
Sebaiknya, masuk secara perlahan dari kaki, dilanjutkan bagian tubuh lain agar tidak mengejutkan sistem peredaran darah Anda. Selain lebih aman, cara ini juga menjaga air tetap tenang tanpa gelombang berlebihan.
2. Jaga Handuk Kecil agar Tidak Menyentuh Air
Handuk kecil yang Anda bawa dari ruang ganti tidak boleh menyentuh air kolam.
Anda dapat meletakkannya di tepi kolam, atau mengikuti kebiasaan warga lokal dengan meletakkannya di atas kepala selama berendam.
3. Ikat Rambut Panjang
Bagi Anda yang memiliki rambut panjang, sebaiknya rambut diikat rapi agar tidak menyentuh permukaan air.
Sama seperti aturan handuk, kebiasaan ini adalah bagian dari upaya menjaga kebersihan air yang dipakai bersama.
4. Jaga Suara dan Suasana Tetap Tenang
Onsen adalah ruang relaksasi, bukan ruang sosialisasi yang bising.
Bercakap-cakap masih diperbolehkan, tapi dengan volume suara yang rendah. Tawa keras, teriakan, atau musik dari perangkat elektronik akan mengganggu ketenangan pengunjung lain dan dianggap sangat tidak sopan.
5. Jangan Berenang atau Menyelam
Meskipun kolam onsen bisa terlihat cukup luas, aktivitas seperti berenang, menyelam, atau bermain air tidak diperbolehkan.
Onsen didesain untuk berendam, bukan untuk olahraga air.
Etika Setelah Selesai Berendam
Etika di onsen tidak berhenti begitu Anda keluar dari kolam. Ada juga beberapa kebiasaan setelahnya yang perlu diperhatikan.
Sebelum melangkah ke ruang ganti, seka tubuh Anda dengan handuk kecil. Hal ini dilakukan untuk menjaga lantai ruang ganti tetap kering dan tidak licin bagi orang berikutnya.
Setelah di ruang ganti, baru keringkan tubuh sepenuhnya dengan handuk besar sebelum Anda berpakaian.
Satu hal lagi, banyak penggemar onsen memilih untuk tidak langsung membilas tubuh setelah berendam. Tujuannya agar mineral dari air tetap meresap di kulit. Tapi kalau kulit Anda sensitif, membilas sebentar tetap diperbolehkan.
Hal yang Sama Sekali Tidak Boleh Dilakukan di Onsen
Ada beberapa pantangan mutlak yang sebaiknya Anda hindari sepenuhnya saat berada di onsen, seperti:
- Masuk ke kolam tanpa membersihkan tubuh terlebih dulu.
- Mengenakan pakaian renang atau pakaian dalam di dalam air.
- Membawa smartphone, kamera, atau perangkat elektronik apa pun ke area berendam.
- Membiarkan handuk atau ujung rambut menyentuh air kolam.
- Berbicara keras, tertawa lepas, atau memutar musik.
- Berenang, menyelam, atau memercikkan air ke orang lain.
- Berendam dalam keadaan mabuk.
Melanggar larangan-larangan di atas bukan hanya akan mengganggu kenyamanan pengunjung lain, tapi juga bisa membuat Anda ditegur staf, bahkan diminta meninggalkan tempat.
Jadi, pastikan Anda selalu menjaga sikap selama sesi onsen berlangsung.
Baca Juga: Manfaat Berendam di Private Onsen untuk Tubuh
Nikmati Pengalaman Berendam Terbaik Hanya di Onsei
Etika berendam onsen memang cukup banyak, mulai dari melepas alas kaki di pintu masuk, membersihkan tubuh sebelum masuk kolam, menjaga handuk tetap kering, hingga memelihara ketenangan selama sesi berlangsung.
Bagi pemula, semua aturan tersebut bisa terasa cukup berat untuk diingat sekaligus.
Kabar baiknya, di Onsei Anda dapat menikmati pengalaman berendam ala Jepang tanpa perlu khawatir melanggar aturan onsen di Jepang tadi.
Seluruh sesi di Onsei disajikan secara privat dalam ruangan tersendiri untuk satu orang atau pasangan. Anda tidak perlu berbagi kolam dengan orang lain, tidak perlu khawatir mengganggu pengunjung lain, dan tidak perlu merasa canggung dengan banyaknya aturan pemandian air panas seperti di Jepang.
Salah satu treatment unggulan dari Onsei adalah Signature Onsen Bath di Onsei, yang disajikan dalam bak kayu jati (teak wood) buatan tangan. Bak tersebut sangat bermanfaat untuk menyimpan kehangatan secara alami, kemudian diisi air yang kaya mineral, serta diatur dalam suasana tenang.
Tim Onsei juga akan secara profesional memandu Anda melalui alur perawatan yang jelas, sehingga bahkan bagi pemula sekalipun, pengalaman berendam terasa mudah dan menenangkan sejak menit pertama.
Nikmati pengalaman berendam privat Anda hanya di Onsei.
Ibu hamil, lansia, atau tamu dengan riwayat tekanan darah maupun kondisi kesehatan tertentu disarankan berkonsultasi lebih dahulu dengan tim Onsei sebelum melakukan treatment.