Banyak orang memperlakukan berendam sebagai aktivitas yang sepele; Anda masuk ke air hangat, duduk beberapa saat, lalu keluar dan lanjut dengan aktivitas berikutnya.
Padahal, apa yang Anda lakukan sebelum dan sesudah berendam bisa menentukan apakah tubuh mendapat manfaat maksimal atau hanya merasakan kehangatan sesaat.
Sama seperti olahraga yang membutuhkan pemanasan dan pendinginan, berendam juga memiliki fase persiapan dan fase pemulihan yang masing-masing memainkan peran penting.
Dengan sedikit penyesuaian pada rutinitas sebelum dan sesudah sesi berendam air hangat, Anda bisa mendapatkan efek relaksasi yang lebih lama, menjaga kesehatan kulit, hingga memastikan tubuh benar-benar pulih dari rasa lelah.
Berikut ini adalah panduan praktis yang bisa Anda terapkan sebelum dan setelah berendam air hangat. Simak sampai selesai.
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Berendam di Onsen?
Sebelum Berendam: Persiapkan Tubuh Anda
Persiapan sebelum berendam tidak harus rumit, tetapi ada beberapa langkah sederhana bisa membuat perbedaan signifikan pada kualitas pengalaman Anda.
1. Minum Air Putih
Meminum air putih adalah persiapan paling sederhana dan paling sering diabaikan.
Saat berendam air hangat, tubuh akan berkeringat meskipun Anda tidak merasakannya secara langsung karena tubuh terendam air.
Minum satu gelas air putih sekitar 15 hingga 30 menit sebelum berendam membantu memastikan tubuh sudah terhidrasi dan mencegah rasa pusing atau lemas selama sesi.
2. Bersihkan Tubuh Terlebih Dahulu
Dalam tradisi onsen Jepang, membersihkan tubuh sebelum berendam ternyata bukan hanya sekadar kebersihan, melainkan juga persiapan mental.
Mandi singkat dengan air hangat membantu membuka pori-pori dan mempersiapkan kulit untuk menerima kehangatan air onsen secara lebih optimal.
Selain itu, masuk ke air dalam kondisi bersih juga menjaga kualitas air di dalam bak.
3. Perhatikan Jarak Waktu Makan dengan Berendam
Hindari berendam langsung setelah makan besar. Saat mencerna makanan, aliran darah terkonsentrasi di saluran pencernaan.
Berendam air hangat bisa meningkatkan aliran darah ke permukaan kulit dan otot melalui vasodilatasi, yang bisa mengganggu proses pencernaan dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Jarak ideal antara makan dan berendam adalah sekitar satu hingga dua jam.
4. Lakukan Peregangan Ringan
Peregangan singkat selama dua hingga tiga menit sebelum berendam bisa membantu otot tidak “kaget” terhadap proses relaksasi yang akan datang.
Fokuskan pada area yang sering tegang, seperti leher, bahu, dan punggung bawah.
Gerakan rotasi bahu, memiringkan kepala ke samping, dan membungkuk perlahan ke depan sudah cukup sebagai persiapan.
Sesudah Berendam: Maksimalkan Efek Air Hangat
Apa yang Anda lakukan dalam 30 menit pertama setelah berendam sangat menentukan berapa lama efek relaksasi bertahan.
Di bawah ini adalah aktivitas yang disarankan begitu Anda keluar dari kolam air hangat:
1. Keringkan Tubuh dengan Lembut
Setelah keluar dari air, keringkan tubuh dengan cara menepuk perlahan menggunakan handuk, bukan menggosok.
Kulit yang baru saja terpapar air hangat lebih sensitif, dan gesekan berlebihan bisa mengiritasi permukaan kulit.
2. Oleskan Pelembap dalam Tiga Menit
Tiga menit setelah Anda keluar dari kolam air hangat merupakan jendela waktu yang sering terlewat.
Kulit yang masih sedikit lembap setelah berendam ternyata menyerap pelembap jauh lebih baik dibandingkan kulit yang sudah sepenuhnya kering.
Mengoleskan body lotion atau body oil dalam tiga menit pertama setelah mengeringkan tubuh membantu mengunci kelembapan dan mencegah kulit terasa kering, terutama jika Anda berendam rutin.
3. Minum Air Lagi
Tubuh Anda bisa kehilangan cairan selama sesi berendam melalui keringat.
Minum satu gelas air putih setelah berendam membantu mengembalikan cairan yang hilang dan mendukung proses pendinginan tubuh secara alami.
Kemudian, hindari minuman berkafein atau beralkohol setelah sesi berendam selesai karena keduanya bersifat diuretik dan bisa memperparah dehidrasi Anda.
4. Biarkan Tubuh Mendingin Secara Bertahap
Jangan langsung masuk ke ruangan ber-AC dingin atau mandi air dingin setelah berendam.
Biarkan tubuh menyesuaikan suhunya secara alami selama beberapa menit. Kenakan pakaian longgar yang nyaman dan duduk tenang sejenak.
Fase pendinginan bertahap ini sangat penting karena membantu tubuh berpindah dari mode “hangat dan rileks” kembali ke kondisi normal tanpa guncangan termal.
5. Regangkan Otot Saat Masih Lentur
Setelah berendam, jaringan otot dan kolagen berada dalam kondisi paling elastis. Waktu ini sangat ideal untuk melakukan peregangan ringan, terutama pada area yang sering terasa kaku.
Peregangan pasca-berendam tidak perlu intensif. Cukup tahan setiap posisi selama 15 hingga 20 detik dan fokus pada pernapasan dalam.
Beberapa gerakan yang cocok di antaranya menarik lutut ke dada saat berbaring, rotasi pinggang secara perlahan, dan peregangan betis dengan menyandarkan tangan ke dinding. Konsistensi lebih penting dari intensitas.
Baca Juga: Berendam Air Hangat untuk Membantu Tubuh Pulih Setelah Perjalanan
Lengkapi Rutinitas Berendam Anda dengan Tsubo Reflexology di Onsei
Kalau Anda ingin menambahkan satu aktivitas lagi yang melengkapi sesi berendam, Tsubo Reflexology di Onsei bisa menjadi opsi yang tepat.
Treatment tersebut bisa dinikmati sebagai bagian dari kunjungan Anda ke Onsei, baik sebelum maupun sesudah sesi Signature Onsen Bath.
Tsubo Reflexology bekerja pada titik-titik tekanan di kaki yang terhubung ke berbagai organ dan sistem tubuh. Ketika dilakukan setelah berendam, otot kaki yang sudah rileks dari air hangat membuat tekanan refleksologi terasa lebih dalam dan efektif.
Kombinasi kedua perawatan dapat menciptakan pengalaman pemulihan yang menyeluruh, dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Tertarik untuk mencoba? Segera kunjungi Onsei di Tebet, Bintaro, atau Gading Serpong. Buka setiap hari pukul 08.00 hingga 22.00.