Kebanyakan orang menjadwalkan sesi massage mengikuti jadwal mereka, seperti ketika ada jeda di jadwal kerja, di akhir pekan, atau kapan pun slot tersedia di tempat massage tujuan. Salah satu pertimbangannya biasanya soal logistik, bukan soal efektivitas.
Nyatanya, tubuh Anda tidak selalu berada dalam kondisi yang sama sepanjang hari.
Kadar hormon berfluktuasi mengikuti ritme sirkadian, suhu otot berubah dari pagi ke sore, dan sistem saraf berpindah antara mode aktif ke mode istirahat. Semua variabel tersebut pastinya akan memengaruhi bagaimana tubuh merespons sentuhan terapeutik.
Jadi sebenarnya waktu kapan massage dilakukan bisa memengaruhi hasil yang Anda dapatkan. Massage pagi dan massage malam memberikan efek yang berbeda; bukan karena tekniknya berubah, melainkan karena kondisi tubuh yang menerimanya tidak sama.
Simak penjelasan lengkapnya di ulasan berikut.
Baca Juga: 5 Manfaat Reflexology untuk Tubuh yang Sering Pegal dan Lelah, Lebih dari Sekadar Pijat Kaki
Massage Berdasarkan Waktu dan Tujuan
Sejatinya tidak ada satu waktu yang “paling tepat” untuk menjalani sesi massage. Yang lebih sesuai adalah kecocokan antara waktu sesi dan apa yang ingin Anda capai.
Jangan khawatir, Anda tidak perlu bingung untuk menentukan kapan waktu yang paling pas untuk menjadwalkan sesi massage. Berikut adalah panduan berdasarkan tiga konteks yang paling umum:
1. Pagi untuk Mengatasi Rasa Pegal dan Mempersiapkan Hari
Ketika baru bangun, kadar kortisol berada di titik tertinggi dalam satu hari. Naiknya kadar kortisol adalah respons alami tubuh yang disebut cortisol awakening response, berfungsi untuk mempersiapkan Anda menghadapi aktivitas. Pada saat yang sama, otot dan sendi cenderung lebih kaku setelah berjam-jam tidak bergerak selama tidur.
Massage di pagi hari sangat bermanfaat untuk kondisi ini. Kortisol yang tinggi membuat otot lebih responsif terhadap tekanan mekanis, sehingga titik-titik ketegangan kronis di leher, bahu, dan punggung bisa dijangkau lebih efektif. Setelah sesi massage, tubuh akan terasa lebih lentur dan pikiran lebih fokus untuk memulai hari.
Waktu pagi juga cocok untuk Anda yang sering bangun dengan tubuh kaku, bekerja di depan layar sepanjang hari, atau ingin memulai hari dengan kondisi fisik yang lebih optimal.
Beberapa orang juga menemukan bahwa massage pagi membantu mengurangi frekuensi sakit kepala tegang yang biasanya muncul di siang hari akibat ketegangan leher yang tidak terselesaikan sejak pagi.
2. Sore untuk Pemulihan Fisik Setelah Beraktivitas
Suhu tubuh Anda akan mencapai puncaknya antara pukul 16.00 hingga 19.00. Pada rentang waktu ini, jaringan lunak (otot, fascia, tendon) berada dalam kondisi paling elastis, sehingga merespons tekanan massage dengan lebih baik.
Massage di sore hari juga ideal untuk massage pemulihan setelah olahraga. Jika Anda berolahraga di pagi atau siang hari, massage di sore hari, sekitar dua hingga empat jam setelah latihan, memberikan jendela pemulihan yang optimal. Tekanan massage membantu mengurangi penumpukan sisa metabolisme di otot dan mempercepat proses perbaikan jaringan.
Waktu sore pun bisa Anda pilih jika Anda punya fleksibilitas jadwal dan ingin mendapatkan manfaat terapeutik tanpa efek kantuk berlebihan yang kadang muncul setelah massage intens.
3. Malam untuk Melepas Penat dan Membuat Tidur Lebih Lelap
Di malam hari, kadar kortisol secara alami berada di titik terendah, sementara tubuh mulai memproduksi melatonin sebagai persiapan tidur.
Massage di waktu ini sangat bermanfaat untuk ritme tubuh tersebut, di mana massage bisa membantu mempercepat penurunan kortisol dan meningkatkan produksi serotonin yang menjadi bahan baku melatonin. Hasilnya, tubuh dan pikiran masuk ke mode pemulihan lebih cepat.
Bagi Anda yang sering merasa pikiran selalu penuh setelah hari yang panjang, massage di malam hari bisa berfungsi sebagai ritual transisi dari mode kerja ke mode istirahat.
Namun, apabila tujuan Anda adalah tidur lebih baik, usahakan menyelesaikan sesi massage setidaknya 60 hingga 90 menit sebelum waktu tidur agar tubuh punya cukup waktu untuk menurunkan suhu secara alami.
Sesi massage yang berakhir terlalu dekat dengan waktu tidur justru bisa membuat tubuh terlalu hangat dan stimulasi sensorik belum sepenuhnya mereda.
Bagaimana dengan Massage Saat Sedang Stres versus Saat Kondisi Baik?
Pertanyaan ini biasanya dianggap sepele oleh banyak orang, padahal relevansinya cukup besar.
Banyak orang baru menjadwalkan massage saat sudah sangat stres atau sangat pegal, sehingga sesi tersebut lebih bersifat reaktif. Padahal, massage sebagai pencegahan (saat kondisi tubuh masih relatif baik) bisa dengan optimal mengatasi rasa tegang yang mengganggu.
Kalau Anda hanya melakukan massage saat sudah sangat tidak nyaman, sebagian besar waktu sesi akan dihabiskan untuk “memperbaiki kerusakan”. Tapi kalau massage dilakukan secara preventif, sesi bisa digunakan untuk mempertahankan kondisi baik dan bahkan meningkatkannya.
Terapis bisa bekerja pada area yang mulai menunjukkan tanda-tanda ketegangan sebelum menjadi masalah nyata. Metode penjadwalan massage ini tentu jauh lebih efisien dalam jangka panjang dan membuat setiap sesi terasa lebih ringan karena tubuh tidak perlu diperbaiki dari nol.
Baca Juga: Apa Itu Bamboo Shiatsu Massage dan Manfaatnya untuk Tubuh?
Kapanpun Anda Butuh Massage, Onsei Siap Melayani
Onsei buka setiap hari pukul 08.00 hingga 22.00, sehingga Anda bisa menjadwalkan sesi di pagi, sore, atau malam hari sesuai tujuan yang paling pas untuk Anda.
Bamboo Shiatsu Massage berdurasi 60 menit cocok untuk sesi di waktu mana pun:
- Di pagi hari, tekanan bambu yang kuat efektif menjangkau ketegangan kronis di otot-otot dalam yang kaku setelah tidur.
- Di sore hari setelah olahraga, tekanan yang sama membantu mempercepat pemulihan otot besar seperti paha, betis, dan punggung.
- Di malam hari, kombinasi tekanan dalam dan ketenangan ruangan privat Onsei menciptakan kondisi ideal untuk melepas akumulasi ketegangan sepanjang hari.
Kapan pun waktu yang Anda pilih, yang terpenting adalah memilih waktu yang bisa menjadikan massage sebagai rutinitas, bukan sekadar relaksasi ketika sempat saja.
Segera kunjungi Onsei di Tebet, Bintaro, atau Gading Serpong.