Skip to content Skip to footer

4 Makna Tersirat di Balik Ritual Berendam di Onsen

4 Hidden Meanings Behind the Onsen Bathing Ritual

Bagi sebagian orang, berendam di onsen hanyalah aktivitas fisik untuk melepas lelah. Namun bagi masyarakat Jepang, ritual berendam menyimpan makna yang jauh lebih dalam dari sekadar relaksasi tubuh.

Ada empat makna simbolik yang berakar dari filosofi dan kepercayaan Jepang, tersembunyi di balik aktivitas yang tampak sederhana ini.

Penasaran? Simak ulasan keempat makna tersebut secara murni dari sisi filosofis dan kultural, bukan dari sisi manfaat fisik.

Baca Juga: Manfaat Berendam di Private Onsen untuk Tubuh

4 Makna Tersirat di Balik Sesi Berendam di Onsen

Setiap tahapan dalam ritual berendam di onsen, mulai dari sebelum memasuki air hingga setelah keluar dari bak, membawa makna tersendiri. Berikut ini keempat penjelasannya:

1. Hadaka no Tsukiai, Kesetaraan Tanpa Status

Salah satu konsep filosofis paling mendalam dalam budaya onsen adalah hadaka no tsukiai (裸の付き合い), yang secara harfiah berarti “pergaulan telanjang” atau sering diterjemahkan sebagai “skinship”.

Konsep tersebut merujuk pada gagasan bahwa ketika seseorang melepas pakaian, yang juga melepas segala atribut sosial yang melekat padanya.

Di dalam onsen, seorang direktur perusahaan, pekerja konstruksi, dan mahasiswa bisa duduk berendam di air mineral yang sama, dalam kondisi yang sama, tanpa simbol status yang membedakan mereka. Seragam, jam tangan mahal, dan gelar menghilang begitu pakaian dilepas. Tubuh manusia menjadi penyebut yang sama bagi semua orang.

Kepercayaan tradisional Jepang meyakini bahwa tanpa pakaian sebagai penutup, seseorang juga melepas “baju besi emosional” yang biasa digunakan untuk menjaga jarak dengan orang lain.

Inilah yang menciptakan ikatan yang jujur dan terbuka antar sesama pemandi di onsen, meski mereka tidak saling mengenal.

2. Membersihkan Diri, Melepas Beban

Sebelum memasuki bak air panas, setiap pemandi diwajibkan membasuh tubuh secara menyeluruh di area shower.

Secara sederhana, langkah tersebut menjaga kebersihan air yang digunakan bersama. Namun secara simbolis, tahapan membersihkan diri sebelum masuk ke kolam merepresentasikan pelepasan kegare, yaitu energi negatif atau kotoran spiritual yang terakumulasi dari aktivitas sehari-hari.

Konsep pemurnian diri sebelum menghadapi sesuatu yang sakral sudah lama menjadi bagian dari ritual Shinto, dan tahap membersihkan diri sebelum berendam adalah manifestasi kecil dari prinsip tersebut.

Anda tidak hanya membersihkan kotoran fisik, tetapi juga secara simbolis melepaskan beban yang terbawa dari rutinitas harian.

3. Berendam, Momen Penerimaan

Setelah tubuh bersih, memasuki air panas menjadi momen penerimaan diri secara utuh. Dalam kondisi terendam, tidak ada lagi yang bisa disembunyikan atau ditutupi.

Momen berendam di air hangat diibaratkan sebagai mengajak seseorang untuk hadir sepenuhnya, menerima kehangatan air tanpa distraksi dari dunia luar.

Arsitektur onsen tradisional turut mendukung makna ini. Pemandangan gunung, hutan, atau salju biasanya dibingkai, bukan didominasi oleh bangunan.

Filosofi tersebut pula yang mendorong keadaan meditatif yang disebut ma, yaitu kesadaran akan jeda dan ruang kosong di antara aktivitas.

4. Keluar dari Air, Pembaruan

Tahap terakhir, yaitu keluar dari air dan mengeringkan tubuh, membawa makna pembaruan.

Setelah melepas beban di tahap awal dan menerima diri sepenuhnya saat berendam, keluar dari air melambangkan kesiapan untuk kembali menghadapi dunia dengan kondisi yang lebih segar, baik secara fisik maupun batin.

Filosofi Berendam di Onsen yang Melampaui Sebuah Kebiasaan

Keempat makna di atas menjelaskan kenapa ritual berendam di Jepang tidak pernah dianggap sebagai aktivitas yang terburu-buru. Setiap tahap memiliki tempatnya sendiri, dan melewatkan salah satu tahap sama saja dengan melewatkan bagian dari makna keseluruhan ritual tersebut.

Memahami lapisan filosofis yang terjadi pada saat Anda menenggelamkan diri di kehangatan air hangat akan memberikan perspektif baru bagi siapa saja yang tertarik dengan budaya onsen.

Berendam bukan sekadar kebiasaan mandi, melainkan praktik yang sarat makna simbolik.

Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Berendam di Onsen?

Rasakan Ritual Berendam Air Hangat yang Lebih Bermakna dengan Onsei Flow Ritual

Terinspirasi dari filosofi ritual berendam Jepang, Onsei menghadirkan pengalaman yang menghormati setiap tahapan, dari persiapan hingga momen berendam yang tenang.

Onsei Flow Ritual berdurasi 120 menit menggabungkan Onsei Flow Massage dengan sesi Signature Onsen Bath di bak kayu jati handcrafted. Setiap tahap dirancang untuk memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran melalui proses yang menyerupai makna pelepasan beban dan pembaruan.

Segera reservasi kunjungan Anda ke Onsei di Tebet, Bintaro, atau Gading Serpong melalui tautan ini.

Onsei

Inspired by Japanese mindful living, our treatments blend mineral-rich baths, intuitive touch, and personalized care to restore calm, clarity, and balance.

Recent Services