Kata “onsen” sering digunakan secara umum untuk menyebut pemandian air panas di Jepang. Akan tetapi dalam praktiknya, ada perbedaan signifikan antara onsen tradisional dan onsen modern yang memengaruhi pengalaman berendam secara keseluruhan.
Perbedaan tersebut bukan sekadar soal estetika atau desain bangunan. Sumber air, lokasi, suasana, hingga aturan yang berlaku di masing-masing tipe memiliki karakteristik yang berbeda dan memengaruhi sensasi berendam yang Anda rasakan.
Artikel ini akan membandingkan onsen tradisional dan onsen modern dari beberapa aspek utama, agar Anda bisa memahami perbedaannya dengan lebih jelas. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Baca Juga: Manfaat Private Onsen untuk Relaksasi Tubuh dan Pikiran
Sumber dan Teknologi Air
Perbedaan pertama dan yang paling mendasar antara onsen tradisional dan modern terletak pada cara air panas diperoleh dan disalurkan ke bak berendam.
1. Onsen Tradisional: Sumber Air Alami Langsung
Onsen tradisional menggunakan air panas yang mengalir langsung dari sumber geotermal alami.
Beberapa fasilitas bahkan menerapkan sistem gensen kakenagashi, yaitu air panas dari sumber mengalir langsung ke bak tanpa proses daur ulang. Air yang sudah digunakan keluar dari bak dan digantikan oleh air segar dari sumber secara terus-menerus.
Kandungan mineral dalam air, seperti sulfur, natrium klorida, atau bikarbonat, bergantung sepenuhnya pada karakteristik geologis lokasi sumber air.
Inilah yang membuat setiap onsen tradisional memiliki “karakter air” yang unik dan tidak bisa direplikasi di tempat lain.
2. Onsen Modern: Teknologi Pengeboran dan Pengolahan
Onsen modern, terutama yang berlokasi di area perkotaan, sering menggunakan teknologi pengeboran dalam (deep-bored drilling) untuk mengakses sumber air panas yang tidak muncul secara alami ke permukaan.
Beberapa fasilitas bahkan mengangkut air dari sumber geotermal di lokasi lain menggunakan tanker, sebuah tradisi yang disebut okumi-yu.
Ada juga fasilitas yang menggunakan air biasa yang dipanaskan secara buatan, meskipun secara hukum di Jepang fasilitas tersebut tidak boleh menyebut diri sebagai onsen.
Perbedaan terkait air yang digunakan sangat penting untuk dipahami, karena pengalaman berendam di air mineral alami berbeda dari air yang dipanaskan secara mekanis.
Lokasi dan Suasana
Lokasi dan suasana berendam menjadi aspek perbedaan kedua yang paling mudah dirasakan oleh pengunjung.
Onsen tradisional umumnya terletak di kota-kota onsen (onsen machi) yang berada di area pegunungan, pedesaan, atau dekat sumber vulkanik.
Suasananya tenang, dikelilingi oleh alam, dan arsitekturnya menggunakan material tradisional seperti kayu, batu alam, dan bambu. Bak terbuka (rotenburo) sering ditempatkan di lokasi yang menghadap pemandangan gunung atau sungai.
Onsen modern hadir di pusat kota, sering kali di dalam bangunan bertingkat atau kompleks rekreasi. Desainnya cenderung minimalis dengan sentuhan kontemporer, menggunakan material seperti beton, ubin, dan kaca.
Beberapa fasilitas onsen jenis ini juga menyediakan rooftop bath dengan pemandangan skyline kota, sebuah pengalaman yang berbeda secara fundamental dari rotenburo tradisional di tengah hutan.
Etika dan Aturan Berendam
Secara umum, etika dasar berendam di onsen Jepang berlaku sama untuk tipe tradisional maupun modern. Aturan seperti membilas tubuh sebelum masuk bak, tidak mengenakan pakaian renang, dan tidak merendam handuk di air berlaku di kedua jenis fasilitas.
Namun ada beberapa perbedaan dalam penerapannya jika membandingkan antara onsen tradisional dan modern.
Onsen tradisional cenderung menerapkan etika secara ketat dan formal, sesuai dengan tradisi yang sudah berjalan selama berabad-abad. Staf mungkin menyapa dengan cara yang lebih formal, dan suasana di area berendam dijaga agar tetap tenang.
Onsen modern sering kali lebih fleksibel dalam penerapannya. Beberapa fasilitas menyediakan panduan dalam berbagai bahasa, sistem digital check-in, dan penjelasan visual tentang etika berendam untuk mengakomodasi wisatawan internasional.
Kebijakan tato juga cenderung lebih longgar di fasilitas modern, terutama yang menyediakan bak privat.
Fasilitas dan Layanan Tambahan
Perbedaan yang cukup mencolok juga terlihat pada fasilitas pendukung yang tersedia.
Onsen tradisional biasanya terintegrasi dengan ryokan dan menawarkan pengalaman menyeluruh yang mencakup kamar tatami, hidangan kaiseki, dan yukata. Fasilitas pendukungnya sederhana tetapi koheren dengan atmosfer tradisional.
Onsen modern menawarkan variasi yang jauh lebih luas. Fasilitas super-sento berskala besar bisa menyediakan berbagai jenis bak dengan suhu berbeda, sauna, ganban-yoku (terapi batu panas), area istirahat dengan manga, food court, dan bahkan game corner. Bak privat (kashikiri) yang bisa direservasi juga lebih umum di fasilitas modern.
Baca Juga: Pengalaman Relaksasi yang Berbeda di Private Onsen
Rasakan Perpaduan Tradisi dan Kenyamanan Berendam Air Hangat ala Jepang di Onsei
Onsei menghadirkan pengalaman berendam yang terinspirasi oleh esensi onsen tradisional, dikemas dalam kenyamanan fasilitas modern di Jakarta.
Bak kayu jati handcrafted yang dirancang untuk menahan kehangatan secara alami menjadi sentuhan yang menghubungkan filosofi tradisi Jepang dengan kenyamanan kontemporer.
Onsei Bamboo Ritual yang berdurasi 120 menit menggabungkan Bamboo Shiatsu Massage dengan sesi Signature Onsen Bath, menghadirkan perpaduan tekanan mendalam pada otot yang tegang diikuti dengan kehangatan air yang menenangkan.
Anda dapat menyambangi gerai Onsei di Tebet, Bintaro, atau Gading Serpong. Segera reservasi kunjungan Anda melalui tautan ini.