Bagi wisatawan yang ingin merasakan budaya Jepang secara mendalam, menginap di ryokan sering direkomendasikan sebagai salah satu pengalaman wajib. Akan tetapi, apa sebenarnya yang membedakan ryokan dari hotel pada umumnya?
Ryokan (旅館) adalah penginapan tradisional Jepang yang menawarkan pengalaman budaya menyeluruh, bukan sekadar tempat tidur untuk bermalam. Konsep penginapan tersebut menggabungkan arsitektur tradisional, hidangan khas, dan pengalaman berendam dalam satu paket menginap.
Untuk Anda yang memiliki jadwal perjalanan ke Jepang, atau sekadar tertarik dengan konsep penginapan tersebut, coba simak ulasan berikut tentang apa itu ryokan, elemen khas yang membedakannya dari hotel modern, hingga hubungannya dengan budaya onsen.
Baca Juga: Mitos dan Fakta Tentang Berendam Air Hangat
Pengertian Ryokan dan Sejarahnya
Kata ryokan terdiri dari ryo (旅) yang berarti “perjalanan” dan kan (館) yang berarti “bangunan” atau “penginapan”. Secara harfiah, ryokan berarti “penginapan untuk pelancong”.
Ryokan pertama kali muncul di sepanjang jalur perjalanan kuno Jepang, dengan menyediakan tempat istirahat bagi para pelancong yang menempuh perjalanan jauh. Beberapa ryokan yang masih beroperasi hingga hari ini bahkan sudah berusia lebih dari seribu tahun, menjadikannya salah satu bentuk akomodasi tertua di dunia.
Berbeda dari hotel modern yang mengutamakan efisiensi dan standardisasi, ryokan dibangun di atas filosofi omotenashi, yaitu keramahan Jepang yang mengutamakan perhatian personal terhadap setiap tamu.
Filosofi tersebutlah yang membuat pengalaman menginap di ryokan terasa jauh berbeda dari menginap di hotel biasa.
3 Elemen Khas Pengalaman Menginap di Ryokan
Ada beberapa elemen yang menjadi ciri khas dan hampir selalu ditemukan di setiap ryokan, terlepas dari lokasi atau kelas harganya:
1. Kamar Tatami dan Futon
Lantai kamar ryokan dilapisi dengan tatami, yaitu tikar anyaman jerami yang menjadi ciri khas arsitektur Jepang tradisional.
Alih-alih tempat tidur permanen, tamu tidur di atas futon yang digelar langsung di lantai tatami pada malam hari oleh staf, kemudian dirapikan kembali pada pagi harinya.
Pintu geser berbahan kertas yang disebut shoji dan fusuma juga menjadi elemen umum, memisahkan ruangan sekaligus membiarkan cahaya masuk secara lembut.
2. Yukata sebagai Pakaian Sehari-hari
Setiap tamu ryokan biasanya disediakan yukata, yaitu kimono kasual berbahan katun yang bisa dikenakan selama menginap. Yukata bisa dipakai untuk berjalan-jalan di area ryokan, menghadiri makan malam, hingga menjadi pakaian tidur.
Di kota-kota onsen tradisional seperti Kusatsu atau Kinosaki, pemandangan tamu berjalan mengenakan yukata sambil menuju pemandian umum sudah menjadi bagian dari suasana kota itu sendiri.
3. Kaiseki, Hidangan Multi-Course Musiman
Sebagian besar ryokan menyertakan makan malam dan sarapan dalam harga menginap, biasanya berupa hidangan kaiseki, yaitu rangkaian hidangan kecil yang disusun untuk menonjolkan bahan musiman dan lokal.
Setiap hidangan disajikan dalam porsi kecil namun beragam, mencerminkan perhatian terhadap detail rasa, tekstur, dan presentasi visual.
Hubungan Ryokan dengan Budaya Onsen
Meskipun tidak semua ryokan memiliki sumber air panas alami, sebagian besar ryokan yang populer berlokasi di kota-kota onsen dan menawarkan akses ke pemandian air panas sebagai bagian dari pengalaman menginap.
Pemandian di ryokan biasanya terpisah berdasarkan gender, dan beberapa ryokan kelas atas bahkan menyediakan bak pribadi yang menyatu dengan kamar tamu.
Kombinasi antara suasana kamar yang tenang, hidangan kaiseki yang disajikan dengan detail, dan akses ke onsen menciptakan pengalaman menginap yang menyeluruh, bukan sekadar tempat singgah.
Bagi banyak wisatawan, menginap semalam di ryokan onsen menjadi puncak dari perjalanan mereka mengenal budaya Jepang, karena semua elemen budaya seperti arsitektur, kuliner, dan tradisi berendam hadir dalam satu pengalaman yang utuh.
Baca Juga: Cara Memaksimalkan Pengalaman Berendam agar Lebih Menenangkan
Nikmati Sentuhan Kenyamanan Ala Ryokan Jepang Hanya di Onsei
Meski ryokan autentik hanya bisa dirasakan di Jepang, elemen ketenangan dan perhatian personal yang menjadi ciri khasnya tetap bisa Anda rasakan di Onsei.
Japanese Lymphatic Drainage menghadirkan teknik pijatan lembut yang membantu tubuh terasa lebih ringan, dijalankan dengan pendekatan personal yang mengedepankan kenyamanan Anda dari awal hingga akhir sesi.
Segera reservasi kunjungan Anda ke Onsei di Tebet, Bintaro, atau Gading Serpong melalui tautan ini.