Setelah seharian bekerja atau berolahraga intens, biasanya akan muncul rasa pegal dan kaku di bahu, punggung bawah, atau otot kaki. Kebanyakan orang hanya mengatasi rasa pegal tersebut dengan istirahat atau minum obat pereda nyeri.
Namun, ternyata ada cara mengatasi pegal yang lain, yang ternyata sudah digunakan selama berabad-abad di berbagai budaya, yaitu berendam dalam air hangat.
Pertanyaannya, apakah berendam dalam air hangat seperti di onsen benar-benar bisa membantu mengurangi rasa pegal, atau hanya memberikan sensasi nyaman yang bersifat sementara?
Jawaban dari pertanyaan di atas terletak pada bagaimana tubuh Anda merespons panas. Simak penjelasan lengkapnya di ulasan berikut.
Baca Juga: Onsen Pagi vs Onsen Malam, Mana yang Lebih Baik?
Kenapa Tubuh Anda Terasa Pegal?
Sebelum membahas peran onsen, penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi saat tubuh terasa pegal.
Rasa pegal pada otot bisa muncul karena beberapa alasan, dan masing-masing alasan tersebut ternyata punya cara penyembuhan yang sedikit berbeda.
1. Pegal Akibat Aktivitas Fisik
Setelah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang lebih berat dari biasanya, otot bia mengalami kerusakan mikro pada seratnya. Kerusakan tersebut sangatlah normal dan justru merupakan bagian dari cara tubuh membangun kekuatan otot.
Namun, kerusakan mikro bisa memicu respons peradangan ringan yang menimbulkan rasa nyeri dan kaku, biasanya muncul 24 hingga 72 jam setelah aktivitas. Dalam dunia kebugaran, kondisi ini dikenal sebagai Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS).
2. Pegal Akibat Postur dan Ketegangan Harian
Tidak semua rasa pegal berasal dari olahraga.
Duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam, mengetik tanpa jeda, menunduk menatap layar ponsel, bahkan membersihkan rumah saja bisa menyebabkan otot-otot tertentu berkontraksi terus-menerus tanpa sempat rileks.
Area yang paling sering terdampak adalah leher, bahu, punggung atas, dan punggung bawah. Jenis pegal tersebut bersifat kronis dan sering kali tidak hilang hanya dengan tidur semalam.
Bagaimana Mekanisme Termal Onsen Membantu Meredakan Pegal?
Air hangat di onsen bekerja melalui jalur yang berbeda dari teknik pijat atau refleksologi, yang mengandalkan tekanan pada titik-titik tertentu di tubuh.
Mekanisme utama onsen adalah termal, yaitu dengan memanfaatkan suhu air untuk memicu respons fisiologis yang membantu mengurangi pegal.
1. Peningkatan Sirkulasi Darah ke Otot yang Tegang
Ketika tubuh terendam air hangat bersuhu sekitar 33 hingga 40 derajat Celsius, pembuluh darah akan melebar secara bertahap (vasodilatasi). Pelebaran tersebut meningkatkan aliran darah ke jaringan otot yang sedang mengalami ketegangan atau pemulihan.
Darah membawa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk proses perbaikan, sekaligus mengangkut sisa metabolisme seperti asam laktat yang berkontribusi pada rasa pegal.
Proses ini berbeda dari pijat atau refleksologi yang bekerja secara mekanis pada jaringan otot atau titik tekanan tertentu. Berendam air hangat memicu respons dari dalam melalui sistem peredaran darah, sehingga efeknya lebih merata ke seluruh tubuh, bukan hanya pada area yang mendapat sentuhan langsung.
Bagi Anda yang mengalami pegal di beberapa area sekaligus (misalnya bahu, punggung, dan betis bersamaan), berendam di air hangat bisa jadi solusi yang lebih efisien dibandingkan treatment yang bersifat lokal.
2. Pelunakan Jaringan Ikat dan Otot
Suhu air yang hangat juga memengaruhi kolagen di jaringan ikat. Saat suhu jaringan meningkat, kolagen menjadi lebih elastis, yang berarti otot dan tendon tidak lagi setegang sebelumnya.
Cairan sinovial di persendian juga menjadi lebih encer, sehingga gerakan terasa lebih ringan. Efek relaksasi tersebut sangat terasa bagi mereka yang mengalami pegal akibat postur, karena ketegangan yang parah sering kali melibatkan kekakuan jaringan ikat, bukan hanya otot.
3. Penghambatan Sinyal Nyeri
Air hangat juga mengaktifkan reseptor suhu di kulit yang mengirimkan sinyal sensorik ke otak lebih cepat daripada sinyal nyeri dari otot.
Mekanisme ini, yang dikenal sebagai pain gate effect, membuat otak memprioritaskan sensasi hangat sekaligus meredakan rasa pegal secara perlahan.
Inilah alasan kenapa rasa tidak nyaman di bahu atau punggung sering terasa berkurang begitu setelah tubuh masuk ke dalam air hangat.
Berapa Lama Seharusnya Berendam untuk Mengurangi Pegal?
Durasi berendam air hangat yang disarankan adalah 10 hingga 20 menit per sesi. Lebih dari itu, tubuh Anda dapat mengalami penurunan tekanan darah yang berlebihan atau dehidrasi akibat keringat.
Untuk pegal yang selalu muncul akibat aktivitas sehari-hari, berendam secara teratur (dua hingga tiga kali seminggu) dapat memberikan manfaat yang lebih konsisten dibandingkan satu sesi panjang.
Setelah berendam, biarkan tubuh mendingin secara alami dan lakukan peregangan ringan selagi otot masih dalam kondisi lentur. Penurunan suhu tubuh secara perlahan setelah berendam bisa mempertahankan fleksibilitas yang sudah diperoleh selama sesi berendam.
Baca Juga: Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berendam di Onsen?
Redakan Rasa Pegal dengan Onsei Bamboo Ritual
Kalau Anda tertarik untuk menjajal manfaat air hangat ditambah perpaduan tekanan langsung pada otot yang tegang, Onsei Bamboo Ritual di Onsei bisa menjadi pilihan yang tepat.
Ritual tersebut menggabungkan Bamboo Shiatsu Massage dengan Signature Onsen Bath dalam satu rangkaian berdurasi 120 menit.
Bamboo Shiatsu Massage menggunakan tekanan bambu untuk menjangkau lapisan otot yang lebih dalam, sementara sesi berendam di Signature Onsen Bath memberikan efek termal yang memperpanjang relaksasi otot setelah massage selesai.
Ketika kedua perawatan dilakukan secara berurutan, efeknya saling memperkuat sehingga pegal yang dirasakan bisa berkurang secara lebih menyeluruh.
Ingin mencoba? Segera reservasi kunjungan Anda ke Onsei di Tebet, Bintaro, atau Gading Serpong melalui tautan ini.